Selasa, 19 Desember 2017

Pengenalan Penyakit DM Mellitus & Penanganannya Dewasa Ini

Diabetes Mellitus, Kencing Manis
Angka Kejadian Diabetes

Penderita diabetes mellitus (penyakit kencing manis) ditemukan di seluruh dunia dalam jumlah yang berbeda di tiap-tiap negara. Di beberapa negara, misalnya Scandinavia, suku Indian Pumaa dan Filipina bagian selatan dijumpai penderita diabetes mellitus (DM) cukup banyak atau angka kekerapan  penderita DM di negara-negara tersebut cukup tinggi, antara 18 – 35 % dari jumlah penduduk.
Di Indonesia  jumlah penderita DM cenderung terus meningkat. Karena sifat penyakit yang menahun, maka disetiap fasilitas kesehatan penderita lama masih terus  berdatangan. Apalagi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, maka penderita banyak ditemukan melalui chek – up  atau skrining calon – calon pegawai di kantor – kantor atau perusahaan serta penderita yang datang sendiri ke klinik. Badan statistik 2003 penduduk usia > 20 th 133 juta. DM di Indonesia antara 7,2 – 14,7 %. Jadi jika penduduk Indonesia 133 juta jiwa, maka kira-kira terdapat penderita DM antara 5,5 – 8,2 juta jiwa. Tetapi yang diketahui berobat berdasarkan data-data publikasi kira – kira baru 1,3 – 1,5 juta jiwa. Sisanya belum diketahui atau belum terjangkau oleh sarana kesehatan yang ada. Biaya pengobatan sangat mahal, apalagi penderita DM terus menerus berobat supaya tidak terjadi komplikasi-komplikasi atau paling tidak memperlambat komplikasi yang sangat merugikan kehidupan penderita DM.

Oleh sebab itu penderita DM harus dideteksi sedini mungkin supaya komplikasi – komplikasi dapat diperlambat.Untuk itu alangkah baiknya apabila semua orang mengenal gejala-gejala klinis utama dan gejala-gejala yang diakibatkan oleh komplikasi –komplikasi penyakit DM tersebut.

DEFINISI  DAN KAUSA

Penyakit diabetes mellitus adalah penyakit menahun dan progresif ditandai dengan kenaikan kadar gula darah terus menahun yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin, baik secara relatif maupun absolut didalam tubuh. Kadar insulin tersebut memang benar-benar berkurang atau jumlahnya cuup tetapi fungsinya menurun karena adanya zat-zat anti insulin . Insulin diprodusi oleh sel –sel Betha pulau-pulau Langerhans organ pankreas.
Ada beberapa faktor tertentu diduga dapat mengganggu produksi insulin oleh pankreas. Faktor-faktor yang diduga mempunyai pengaruh terhadap timbulnya penyakit diabetes mellitus adalah keturunan, obat-obatan tertentu, penyakit - penyakit lain tertentu disertai kadar gula darah yang meningkat, suku bangsa, kegemukan, keadaan sosial ekonomi, nutrisi, infeksi, geografis dan lain – lain.

DIAGNOSA DAN GEJALA KLINIS

Gejala klinis penyakit DM yang terutama adalah adanya ” TRIAS DM ”  yaitu selalu haus, banyak makan, banyak kencing (polidipsi, poliphagi, poliuria) ditambah badan lemas dan berat badan menurun secara drastis, meskipun yang bersangkutan makan dan minum banyak.
Gejala utama ini sering tidak lengkap atau tidak begitu jelas dirasakan sehingga tidak begitu disadari oleh sebagian besar penderita. Penderita kebanyakan datang ke dokter, klinik atau rumah sakit karena adanya keluhan atau gejala – gejala yang diakibatkan oleh komplikasi-komplikasi DM yang timbul.
Komplikasi-komplikasi yang dapat dikenal, terjadi secara akut dan secara kronik. Komplikasi-komplikasi akut misalnya penderita datang dengan koma diabetik baik yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi maupun yang disebabkan oleh kadar gula darah yang terlalu rendah; berbagai infeksi di kulit, selaput lendir kemaluan dengan adanya gatal – gatal di kulit yang tidak sembuh – sembuh; keputihan yang tidak sembuh – sembuh meskipun diobati; borok atau luka yang menahun dan sukar sembuh sehingga menjadi gangren dan lain – lain.

Gejala Diabetes, Gejala Kencing Manis
Gejala Diabetes


Komplikasi-komplikasi kronik pada organ-organ tubuh, misalnya :


  • Gagal ginjal ringan sampai berat
  • Mata kabur disebabkan adanya katarak atau kerusakan retina
  • Gangguan pada syaraf tepi yang ditandai dengan gejala kesemutan, baal – baal pada anggota tubuh.
  • Gangguan syaraf pusat yang dapat menimbulkan gangguan peredaran darah otak sehingga memudahan terjadinya stroke
  • Gangguan pada jantung berupa penyakit jantung koroner
  • Gangguan pada hati berupa perlemakan hati dan sirosis hati
  • Gangguan pada pembuluh darah berupa penyakit hipertensi dan penebalan dinding pembuluh darah      (arterosklerosis)
  • Gangguan pada syaraf dan pembuluh darah dapat menimbulkan impotensi
  • Paru – paru mudah terserang penyakit tuberkulosis
Panyakit DM tersebut selain didasarkan pada gejala-gejala dan pemeriksaan fisik, juga berdasarkan pemeriksaan penunjang dengan alat-alat EKG, USG alat pemeriksaan mata funduskopi , tensimeter, routgen dan lain – lain yang dilakukan untuk mengetahui komplikasi – komplikasi yang sudah terjadi. Penting sekali juga mengetahui hasil pemeriksaan darah, khususnya kadar gula darah penderita. 
Diagnosis penderita DM untuk pemeriksaan penyaring ; apabila kadar gula darah vena puasa, lebih atau sama dengan 126 mg % dan 2 jam sesudah pembebanan glukose 75 gram lebih atau sama dengan 200 mg %, apabila darah diambil melalui kapiler, gula darah puasa lebih atau sama dengan 100 mg% dan 2 jam setelah pembebanan glukose lebih atau sama dengan 200 mg%. Kriteria ini berdasarkan WHO 1999.

Apabila hasil pemeriksaan gula darah  vena : puasa 100 S/d 125 mg%, maka ditegakkan diagnosis Gula darah puasa terganggu  (GDPT) dan apabila 2 jam setelah pembebanan gluose 140 – 199 mg % maka diagnosis adalah toleransi glukosa terganggu.

Selanjutnya penderita DM diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, tetapi disini hanya akan disinggung kelompok-kelompok yang banyak dijumpai di masyarakat yaitu :  

  1. DM tipe 2 / NIDDM (Non Insulin Dependent DM) yaitu kelompok penderita DM  yang untuk pengobatan dan         kehidupannya tidak tergantung pada insulin dan kelompok ini di Indonesia adalah yang terbanyak , diduga         jumlahnya sampai 95 %.
  2. DM tipe 1 / IDDM ( Insulin Dependent DM ) yaitu kelompok penderita DM yang untuk kehidupannya harus           tergantung pada terapi insulin. Penderitanya tidak banyak, kira-kira kurang dari 5 %. 
Kelompok yang lain adalah diabetes kehamilan, diabetes yang berhubungan dengan malnutrisi/ kurang  gizi, diabetes yang disebabkan penyakit lain dan DM akibat pemakaian obat-obatan tertentu . Jumlah    penderitanya sangat sedikit ditemukan.

PENGOBATAN

Pendekatan pengobatan DM dewasa ini telah sangat berkembang. Pengobatan DM tidak hanya bertujuan menurunkan gula darah saja, tetapi juga mencegah, memperlambat dan  mengobati komplikasi. Oleh karena itu sifat penyakit ini menahun dan progresif. Maka tujuan pengobatan adalah mengurangi angka mortalitas (kematian) dan angka mordibilitas (kesakitan) serta meningkatkan kualitas hidup penderita.

DIET

Diet penderita diabetes mellitus pada dasarnya terdiri atas diet :
a. Untuk kebutuhan metabolisme basal
b. Untuk kebutuhan aktifitas sehari – hari 
c. Untuk kebutuhan yang lain, misalnya ada infeksi, anemia, terlalu kurus dan lain-lain.


Kebutuhan kalori orang berbaring di rumah sakit dan orang yang bekerja/olahraga sangat berbeda. Pengertian diet yang salah adalah mengurangi makanan, padahal sebenarnya diet pada penderita DM harus disesuaikan dengan kebutuhan penderita sesuai dengan umur, berat badan, aktifitas fisik, penyakit-penyakit yang ada, kehamilan dan lain – lain.

Kebutuhan kalori basal 25 – 30 kal/kg BB; pemberian takaran makanan kepada penderita diabetes mellitus terutama ditujukan agar berat badan tetap ideal, sehingga kebutuhan kalori basal bisa ditambah atau dikurangi sesuai dengan aktifitas dan keadaan penderita . Untuk orang berusia lanjut , jumlah kalori bisa dikurangi 5 – 20 % . 
Untuk orang beraktifitas sangat berat, kalori harus ditambah sampai 50 % dari kalori basal yang dibutuhkan, sedangkan untuk penderita yang bekerja ringan, kalori hanya ditambah 20 % ; pada inteksi kenaikan suhu badan 1 derajat C kalori ditambah 13 %.
Untuk penderita hamil trimester 1, kalori ditambah 150 kalori, trimester 2 – trimester 3 ditambah 350 kalori perharinya .
Untuk penderita-penderita kegemukan, kalori yang diperlukan harus dikurangi 20 % – 30 %  . Sedang untuk penderita yang kurus, kalori basal harus ditambah 20%  – 30 %. 
Untuk menentukan kebutuhan kalori tiap penderita diabetes secara tepat, memang diperlukan perhitungan dan waktu  agak lama , sehingga ia perlu tinggal di rumah sakit atau klinik untuk mempermudah penentuan diet standar. 

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Standar I 1100 kalori
II 1300 kalori
III 1500 kalori
IV 1700 kalori
V 1900 kalori
VI 2100 kalori
VII 2300 kalori 
VIII 2500 kalori

Standar I – III  untuk orang gemuk 
Standar  IV – V untuk orang berat badan ideal
Standar  VI – VII untuk orang kurus
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

OBAT-OBATAN ANTI DIABETES

Obat-obatan anti diabetes berbentuk tablet (oral) atau injeksi (insulin). Insulin mempunyai daya kerja yang berbeda-beda. Ada yang mempunyai daya kerja  cepat ( 6 – 10 jam), sedang (12 – 18 jam) dan lambat (24 – 36 jam). Yang menjadi persoalan pemberian obat-obatan anti diabetes adalah : apakah penderita dapat menghabiskan porsi makannya ? Dosis obat yang diberikan sudah sesuai atau belum ? Apabila penderita tidak bisa menghabiskan makanannya atau dosis obat terlalu besar meskipun makanannya habis, maka bahayanya adalah dapat terjadi hipoglikemia.
Hipoglikemia adalah keadaan kadar gula darah sangat rendah (kurang dari 90 mg%). Tanda-tanda hipoglikemia adalah : kepala pusing, mata kabur, pandangan berputar-putar, mual-mual, gemetar, keringat dingin, kesadaran menurun dan akhirnya koma ( koma hipoglikemik). Oleh karena itu perlu pengertian penderita untuk mengenal tanda-tanda ini dan bagaimana coba mengatasinya.

Untuk mengetahui dosis obat-obatan anti diabetes perlu dilakukan monitor gula darah dan reduksi urine secara teratur baik untuk penderita  poliklinik,lebih-lebih lagi untuk penderita  yang dirawat. Untuk golongan yang terakhir disebut, monitoring harus dilakukan lebih ketat. Pengobatan insulin terutama pada DM tipe 1, DM & kehamilan, DM tipe 2 dengan komplikasi akut.

OLAHRAGA 
Telah terbukti bahwa olahraga yang teratur dengan porsi yang cukup dapat membantu  mengontrol kadar gula darah penderita. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga rithmis dan dinamis seperti joging, senam aerobik, disco dll.
Olahraga harus disesuikan dengan kondisi penderita. Apakah sudah ada komplikasi atau belum, misalnya adanya gagal ginjal , penyakit jantung iskemik, hipertensi dan lain-lain.
Senam diabetes adalah olahraga yang diawasi dan yang diadakan oleh Klub Olahraga diabetes  dan Persadia ( Persatuan Diabetes). Dalam klub pemeriksaan gula darah  dikerjakan sebelum dan sesudah latihan. 
Pada waktu latihan dilaksanakan (senam dan jogging) harus tercapai target  zone nadi penderita  yaitu 60 – 80 % x (220 – umur). Presentase target nadi harus disesuaikan dengan komplikasi yang sudah terjadi. Apabila terget zone tercapai, maka tingat kesegaran jasmani tercapai penuh (cukup fit). Efek olahraga selain meninggkatkan pembakaran juga mempengaruhi jantung dan sistem sirkulasi darah. Oleh sebab itu olahraga mempunyai manfaat dalam terapi DM.

PENYULUHAN
Penyuluhan terhadap penderita DM sangat penting, karena penyakit ini menahun dan progresif. Prinsipnya meningkatkan kualitas hidup penderita.
Penyuluhan dapat dilakukan oleh dokter , perawat , petugas kesehatan lain atau penderita/keluarga serta masyarakat awam yang telah dididik menjadi diabetik edukator . Penyuluhan ini sangat penting untuk penderita dan keluarganya , sehingga mereka dapat memahami penyakit serta komplikasi  yang mungkin dapat terjadi kemudian. Penyuluhan ini dapat berupa seminar, simposium, ceramah, diskusi kelompok dan pendidikan personal.

PENGENDALIAN  DIRI
Keberhasilan terapi DM sangat ditentukan oleh peranan pasien dalam mengontrol dan merawat dirinya sendiri. Melalui edukasi pasien  akan mengetahui bagaiman usahanya sendiri atau peranannya dalam membantu terapi dokter. 
Hal-hal yang dapat dilakukan oleh pasien sendiri dalam meningkatkan keberhasilan terapi DM adalah :
- mengatur dietnya / variasi dietnya
- merawat kaki sehat
- merawat luka , ulcus 
- menyuntik insulin sendiri
- mengatur porsi olahraga
- memonitor gula darah dan reduksi urin

Terdapat perbedaan pengelolaan diabetes mellitus waktu dulu dengan dan sekarang. Dulu penderita hanya menurut petunjuk-petunjuk dokter/perarat, sedangkan sekarang penderita dituntut lebih aktif. Selain untuk terapi dirinya sendiri, ia juga diharapkan dapat membantu pengobatan orang lain, misalnya menjadi diabetic edukator ( sekarang pandu diabetes), mengikuti kegiatan-kegiatan klub diabetes dan  lain-lain, sehingga penderita menjadi lebih bergairah dan lebih berkualitas menjalani kehidupan sehari-hari, meskipun ia adalah seorang penderita diabetes.

BERKEMBANG PESAT
Dibeberapa negara maju sudah mulai dilakukan penelitian dan percobaan untuk melakukan transplantasi pankreas. Di Indonesia sendiri hal itu belum mulai dilakukan.
Bagaimanapun juga diagnosis dan penanganan diabetes sudah sangat berkembang dan telah terjadi pula beberapa perkembangan variasi peranan dokter, perawat, pasien dan keluarganya dalam usaha meningkatkan mutu pengobatan. Secara keseluruhan prinsip pengobatan DM adalah diet, obat-obatan, olahraga, pendidikan, mengontrol diri sendiri.

Sumber: PB PAPDI

Senin, 21 November 2016

Tuberkulosis di Indonesia



Dari hasil survei terbaru, jumlah kasus baru tuberkulosis atau TB di Indonesia diperkirakan mencapai 1 juta kasus per tahun atau naik dua kali lipat dari estimasi sebelumnya. Posisi Indonesia pun melonjak ke negara dengan kasus TB terbanyak kedua setelah India.

Ini menjadi salah satu faktor Indonesia mendapatkan beban ganda. "Jumlah penyakit tidak menular di Indonesia naik, tetapi penyakit menular juga tetap masalah yang besar, termasuk TB.


Apa gejala TB?


TB disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ditemukan Robert Koch. Sebanyak 90 persen TB menyerang paru dengan tanda-tanda batuk lebih dari tiga minggu.

Selain gejala utama berupa batuk berdahak yang berlangsung lebih dari 21 hari, tuberkulosis juga memiliki gejala-gejala lain. Di antaranya:

  • Batuk yang mengeluarkan darah.
  • Dada yang terasa sakit saat bernapas atau batuk.
  • Tidak nafsu  makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Demam  .
  • Berkeringat secara berlebihan pada malam hari.
TBC Paru, Gejala Tuberculosis, Pengobatan Tuberculosis
Gejala TBC Paru
Tidak semua bakteri TB yang masuk ke dalam tubuh langsung menyebabkan infeksi aktif atau tuberkulosis aktif. Ada kasus dimana bakteri TB tidak menyebabkan gejala apa pun sampai suatu hari nanti menjadi aktif dan gejala muncul. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis laten. Selain tidak mengalami gejala, pengidap tuberkulosis laten juga tidak menular.

Sedangkan TB yang langsung memicu gejala karena bakteri penyebabnya tidak bisa dibunuh oleh sistem kekebalan tubuh dikenal dengan istilah tuberkulosis aktif. Sangat penting agar tuberkulosis aktif diobati karena jika dibiarkan, bakteri TB dapat menyebar dan menyerang organ tubuh lain seperti otak, ginjal dan hati.

Penularan Penyakit Tuberculosis, Penyebab dan Penanganan Penyakit Tuberculosis
Penularan Penyakit Tuberculosis (TB)


Penyebab dan Faktor Risiko Tuberkulosis.

Penyebab TB adalah bakteri  mycobacterium tuberculosis.yang menyebar di udara melalui percikan air liur dari batuk atau bersin pengidap TB.

Berikut ini adalah beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi tertular TB:

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap HIV/AIDS, diabetes atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Orang yang mengalami malanutrisi atau kekurangan gizi.
  • Pecandu narkoba.
  • Para perokok.
  • Para petugas medis.

Diagnosis dan Pengobatan Tuberkulosis.


Tuberkulosis termasuk penyakit yang sulit untuk dideteksi, terutama pada anak-anak. Selain anamnesa dokter biasanya menggunakan pemeriksaan:

  • Pemeriksaan dahak.
  • Pemeriksaan X-ray (rontgen) dada.
  • Pemeriksaan Mantoux.
  • Pemeriksaan darah.

Tanda pasti TB adalah  pemeriksaan BTA( bakteri tahan asam) Positip dari dahak.

Langkah Pencegahan Tuberkulosis


Langkah utama dalam  pencegahan TB adalah dengan menerima vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi berusia tiga bulan.


Vaksin BCG juga dianjurkan bagi anak-anak, remaja maupun orang dewasa yang belum pernah menerimanya pada waktu bayi. Tetapi keefektifan vaksin ini akan berkurang pada orang dewasa.

Jadwal Immunisasi BCG, Pencegahan Penyakit Tuberculosis
Jadwal Imunisasi BCG

Salah satu hal penting adalah edukasi terhadap masyarakat mengenai pencegahan TB dan jika sudah terkena TB, pasien sangat mungkin sembuh asalkan disiplin mengonsumsi obat karena pengobatan TB membutuhkan waktu yang lama dan teratur ( tidak boleh putus obat). Informasi yang kurang membuat pasien berisiko menghentikan pengobatan setelah merasa kondisi tubuh sudah normal

Pasien TB harus  mengetahui pentingnya masker guna pencegahan penularan penyakit selama belum dinyatakan sembuh, baik untuk dikenakan oleh pasien maupun orang-orang yang berinteraksi dengan pasien.

Saat kuman sudah  resisten karena putus obat/ pengobatan yang tidak rutin pengobatan lebih lama dan membutuhkan biaya yang lebih besar.

Faktor nonmedis lain adalah dukungan dari keluarga dan masyarakat sekitar terhadap pasien TB. Pengobatan dalam  jangka berbulan-bulan, bahkan dua tahun jika kuman sudah resisten, kerap membuat pasien bosan hingga depresi. 

Stop TB, TB Day
Stop Penularan TB


Jumat, 18 November 2016

PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)



Apa fungsi imunisasi?
Imunisasi meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak sehingga mampu melawan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut. Imunisasi selain bermanfaat untuk diri sendiri juga bermanfaat untuk mencegah penyebaran ke anak-anak lain disekitarnya.

Anak yang tidak mendapat Imunisasi?
Anak yang tidak mendapat imunisasi, ketika ada wabah, lebih banyak yang sakit berat, meninggal atau cacat. Imunisasi terbukti efektif mencegah sakit berat, kematian atau cacat akibat penyakit-penyakit tersebut. Anak yang tidak diimunisasi juga dapat menyebarkan kuman-kuman tersebut ke adik, kakak dan teman lain disekitarnya sehingga dapat menimbulkan wabah yang menyebar kemana-mana yang menyebabkan cacat atau kematian lebih banyak.

Apa bedanya imunisasi dengan vaksinasi ?
Imunisasi adalah proses untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Imunisasi merupakan istilah yang lebih umum untuk proses kekebalan tubuh, sedangkan vaksinasi adalah proses memasukkan Zat, kuman, racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan yang dapat merangsang sistem imun untuk memproduksi antibodi khusus (vaksin). Artinya vaksinasi adalah bagian dari imunisasi sedangkan imunisasi belum tentu merupakan vaksinasi

Apa yang terjadi dengan kuman yang dimasukkan tubuh anak saat imunisasi?
Zat (kuman, racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan) dapat merangsang sistem imun untuk memproduksi antibodi yang sifatnya selain spesifik juga dapat bertahan untuk jangka waktu lama karena adanya sel memori.

Siapa saja yang perlu imunisasi?


Pada periode 0-12 bulan seorang bayi harus mendapatkan suntikan delapan vaksin yaitu BCG, Hepatitis B, DPT, Polio, Hib, PCV dan Campak


Mengapa ada anak yang demam paska imunisasi?
Setelah imunisasi kadang-kadang timbul kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) demam ringan sampai tinggi, bengkak, kemerahan, agak rewel. Itu adalah reaksi yang umum terjadi setelah imunisasi. Umumnya akan hilang dalam 3-4 hari, walaupun kadang-kadang ada yang berlangsung lebih lama.

Mengapa masih perlu Imunisasi ?
Secara normal tubuh kan bisa menghasilkan Imun secara alamiah. ASI ekslusif kan juga bisa kasih imun?
Meskipun ASI memiliki faktor kekebalan tubuh, menyusui tidak boleh dianggap sebagai pengganti Imunisasi. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI dan Imunisasi menghasilkan tingkat antibodi yang lebih tinggi. Imunisasi selain bermanfaat untuk diri sendiri juga bermanfaat untuk mencegah penyebaran penyakit dan wabah. Imunisasi terbukti efektif mencegah sakit berat, kematian atau cacat akibat penyakit-penyakit tersebut

Bolehkah anak sedang batuk, pilek dan demam diberi Imunisasi Polio?
Bila anak sedang batuk pilek TANPA demam, anak tetap BOLEH mendapat imunisasi polio oral. Bila anak sedang demam atau sakit berat lainnya, maka imunisasi polio oral DITUNDA. Imunisasi polio diberikan setelah anak sembuh. 

TBC (TUBERCULOSIS).
Penularan penyakit TBC terhadap seorang anak dapat terjadi karena terhirupnya percikan udara yang mengandung kuman TBC. Kuman inii dapat menyerang berbagai organ tubuh, seperti paru-paru (paling sering terjadi), kelenjar getah bening, tulang, sendi, ginjal, hati, atau selaput otak (yang terberat). Pemberian imunisasi BCG sebaiknya dilakukan pada bayi yang baru lahir sampai usia 12 bulan, tetapi imunisasi ini sebaiknya dilakukan sebelum bayi berumur 2 bulan. Imunisasi ini cukup diberikan satu kali saja. Bila pemberian imunisasi ini “berhasil,” maka setelah beberapa minggu di tempat suntikan akan timbul benjolan kecil. Karena luka suntikan meninggalkan bekas, maka pada bayi perempuan, suntikan sebaiknya dilakukan di paha kanan atas. Biasanya setelah suntikan BCG diberikan, bayi tidak menderita demam.

DIFTERI.
Penyakit Difteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphteriae. Mudah menular dan menyerang terutama saluran napas bagian atas dengan gejala Demam tinggi, pembengkakan pada amandel (tonsil ) dan terlihat selaput puith kotor yang makin lama makin membesar dan dapat menutup jalan napas. Racun difteri dapat merusak otot jantung yang dapat berakibat gagal jantung. Penularan umumnya melalui udara (betuk/bersin) selain itu dapat melalui benda atau makanan yang terkontamiasi.Pencegahan paling efektif adalah dengan imunisasi bersamaan dengan tetanus dan pertusis sebanyak tiga kali sejak bayi berumur dua bulan dengan selang penyuntikan satu–dua bulan. Pemberian imunisasi ini akan memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit difteri, pertusis dan tetanus dalam waktu bersamaan. Efek samping yang mungkin akan timbul adalah demam, nyeri dan bengkak pada permukaan kulit, cara mengatasinya cukup diberikan obat penurun panas

PERTUSIS.
Penyakit Pertusis atau batuk rejan atau dikenal dengan “ Batuk Seratus Hari “ adalah penyakit infeksi saluran yang disebabkan oleh bakteri Bordetella Pertusis. Gejalanya khas yaitu batuk yang terus menerus sukar berhenti, muka menjadi merah atau kebiruan dan muntah kadang-kadang bercampur darah. Batuk diakhiri dengan tarikan napas panjang dan dalam berbunyi melengking.Penularan umumnya terjadi melalui udara (batuk/bersin). Pencegahan paling efektif adalah dengan melakukan imunisasi bersamaan dengan Tetanus dan Difteri sebanyak tiga kali sejak bayi berumur dua bulan dengan selang pentuntikan.

TETANUS.
Penyakit tetanus merupakan salah satu infeksi yan berbahaya karena mempengaruhi sistim urat syaraf dan otot. Gejala tetanus umumnya diawali dengan kejang otot rahang (dikenal juga dengan trismus atau kejang mulut) bersamaan dengan timbulnya pembengkakan, rasa sakit dan kaku di otot leher, bahu atau punggung. Kejang-kejang secara cepat merambat ke otot perut, lengan atas dan paha. Neonatal tetanus umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir. Neonatal tetanus menyerang bayi yang baru lahir karena dilahirkan di tempat yang tidak bersih dan steril, terutama jika tali pusar terinfeksi. Neonatal tetanus dapat menyebabkan kematian pada bayi dan banyak terjadi di negara berkembang. Sedangkan di negara-negara maju, dimana kebersihan dan teknik melahirkan yang sudah maju tingkat kematian akibat infeksi tetanus dapat ditekan. Selain itu antibodi dari ibu kepada jabang bayinya yang berada di dalam kandungan juga dapat mencegah infeksi tersebut. Infeksi tetanus disebabkan oleh bakteri yang disebut dengan Clostridium tetani yang memproduksi toksin yang disebut dengan tetanospasmin. Tetanospasmin menempel pada urat syaraf di sekitar area luka dan dibawa ke sistem syaraf otak serta saraf tulang belakang, sehingga terjadi gangguan pada aktivitas normal urat syaraf. Terutama pada syaraf yang mengirim pesan ke otot. Infeksi tetanus terjadi karena luka. Baik karena terpotong, terbakar, aborsi , narkoba (misalnya memakai silet untuk memasukkan obat ke dalam kulit) maupun frosbite. Walaupun luka kecil bukan berarti bakteri tetanus tidak dapat hidup di sana. Sering kali orang lalai, padahal luka sekecil apapun dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteria tetanus. Periode inkubasi tetanus terjadi dalam waktu 3-14 hari dengan gejala yang mulai timbul di hari ketujuh. Dalam neonatal tetanus gejala mulai pada dua minggu pertama kehidupan seorang bayi. Walaupun tetanus merupakan penyakit berbahaya, jika cepat didiagnosa dan mendapat perawatan yang benar maka penderita dapat disembuhkan. Penyembuhan umumnya terjadi selama 4-6 minggu. Tetanus dapat dicegah dengan pemberian imunisasi sebagai bagian dari imunisasi DPT. Setelah lewat masa kanak-kanak imunisasi dapat terus dilanjutkan walaupun telah dewasa. Dianjurkan setiap interval 5 tahun : 25, 30, 35 dst. Untuk wanita hamil sebaiknya diimunisasi juga dan melahirkan di tempat yang terjaga kebersihannya

POLIO.
Gejala yang umum terjadi akibat serangan virus polio adalah anak mendadak lumpuh pada salah satu anggota geraknya setelah demam selama 2-5 hari. Terdapat 2 jenis vaksin yang beredar, dan di Indonesia yang umum diberikan adalah vaksin Sabin (kuman yang dilemahkan). Cara pemberiannya melalui mulut. Di beberapa negara dikenal pula Tetravaccine, yaitu kombinasi DPT dan polio. Imunisasi dasar diberikan sejak anak baru lahir atau berumur beberapa hari dan selanjutnya diberikan setiap 4-6 minggu. Pemberian vaksin polio dapat dilakukan bersamaan dengan BCG, vaksin hepatitis B, dan DPT. Imunisasi ulangan diberikan bersamaan dengan imunisasi ulang DPT Pemberian imunisasi polio akan menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit Poliomielitis. Imunisasi polio diberikan sebanyak empat kali dengan selang waktu tidak kurang dari satu bulan. imunisasi ulangan dapat diberikan sebelum anak masuk sekolah (5 – 6 tahun) dan saat meninggalkan sekolah dasar (12 tahun).Cara memberikan imunisasi polio adalah dengan meneteskan vaksin polio sebanyak dua tetes langsung kedalam mulut anak atau dengan menggunakan sendok yang dicampur dengan gula manis. Imunisasi ini jangan diberikan pada anak yang lagi diare berat. Efek samping yang mungkin terjadi sangat minimal dapat berupa kejang-kejang.

CAMPAK.
Campak adalah penyakit yang sangat menular yang dapat disebabkan oleh sebuah virus yang bernama Virus Campak. Penularan melalui udara ataupun kontak langsung dengan penderita.Gejala-gejalanya adalah : Demam, batuk, pilek dan bercak-bercak merah pada permukaan kulit 3 – 5 hari setelah anak menderita demam. Bercak mula-mula timbul dipipi bawah telinga yang kemudian menjalar ke muka, tubuh dan anggota tubuh lainnya. Komplikasi dari penyakit Campak ini adalah radang Paru-paru, infeksi pada telinga, radang pada saraf, radang pada sendi dan radang pada otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen ( menetap ). Pencegahan adalah dengan cara menjaga kesehatan kita dengan makanan yang sehat, berolah raga yang teratur dan istirahat yang cukup, dan paling efektif cara pencegahannya adalah dengan melakukan imunisasi. Pemberian Imunisasi akan menimbulkan kekebalan aktif dan bertujuan untuk melindungi terhadap penyakit campak hanya dengan sekali suntikan, dan diberikan pada usia anak sembilan bulan atau lebih.

HEPATITIS.
Penyakit hepatitis disebabkan oleh virus hepatitis tipe B yang menyerang kelompok resiko secara vertikal yaitu bayi dan ibu pengidap, sedangkan secara horizontal tenaga medis dan para medis, pecandu narkoba, pasien yang menjalani hemodialisa, petugas laboratorium, pemakai jasa atau petugas akupunktur.




Kamis, 17 November 2016

Gejala Penyakit Jantung Koroner

Gejala sakit jantung koroner biasanya kurang diperhatikan atau bahkan diabaikan oleh penderita jantung koroner. Padahal, adanya gejala jantung koroner ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan apakah seseorang mengidap jantung koroner atau tidak. Jika terbukti seseorang tersebut mengidap penyakit jantung koroner tersebut maka diperlukan tindakan khusus yang dapat dilakukan untuk dapat mencegah adanya hal-hal serius yang tidak diinginkan. Ada beberapa gejala jantung koroner yang harus anda ketahui agar anda dapat mengobati penyakit ini dengan baik dan tepat.

Gejala Sakit Jantung Koroner: Perut Mual dan Perih

Penyakit jantung koroner ini memang dapat menyebabkan berbagai macam gejala yang dapat mengganggu kondisi kesehatan dari orang yang sedang mengidap penyakit tersebut. Kondisi perut yang terasa mual dan perih adalah salah satu contoh gejala yang dapat ditimbulkan oleh adanya penyakit ini dalam tubuh seseorang. Kondisi ini merupakan suatu kondisi yang timbul dengan sendirinya melainkan timbul karena adanya sebab yang terjadi akibat adanya kelainan dalam sistem peredaran tubuh. Darah yang terdapat di dalam tubuh akan disalurkan ke seluruh jaringan tubuh melalui pembuluh darah ketika dipompakan oleh jantung.
Jika terjadi penyumbatan di dalam pembuluh darah ini maka akan terjadi kelainan dalam kerja jantung yang dapat mempengaruhi kondisi tubuh lainnya. Gejala sakit jantung koroner akibat adanya penyumbatan ini dapat mengakibatkan rasa mual dan perih pada bagian perut jika sinyal rasa sakit yang ditimbulkan dikirimkan pada bagian perut. Jika anda adalah orang yang sering mengalami rasa sakit yang tidak tertahankan pada bagian perut anda atau yang biasa anda sebut sebagai penyakit maag maka mungkin saja itu adalah gejala jantung koroner yang patut untuk anda waspadai.

Gejala Sakit Jantung Koroner: Jantung Berdebar-debar

Selain perut mual dan perih, penyakit jantung koroner ini dapat mengakibatkan ritme jantung anda menjadi tidak menentu bahkan terkadang terasa berdegup sangat kencang. Kondisi ini tentu sangat akan mengganggu anda terutama jika anda sedang melakukan aktivitas harian yang membutuhkan tingkat ketenangan yang tinggi. Kondisi seperti ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama apalagi jika anda sedang stres terhadap pekerjaan yang tidak kunjung selesai.
Jantung yang berdebar-debar ini juga seringkali dapat menyebabkan anda menjadi susah tidur sehingga dapat mengurangi waktu istirahat anda. Anda memang perlu waspada akan gejala sakit jantung koroner yang satu ini karena gejala ini dapat mengakibatkan timbulnya penyakit lainnya seperti stroke dan serangan jantung mendadak yang dapat berakibat pada kematian.