Tampilkan postingan dengan label Konsultasi Dokter Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsultasi Dokter Online. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Januari 2018

Gemuk : Beresiko Menderita Osteoartritis Sendi Lutut

Kota metropolitan mempunyai konsekwensi terjadinya hal – hal yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Makanan – makanan cepat saji dengan mudah dapat ditemukan dimana – mana, sehingga kecenderungan masyarakat untuk mengkonsumsinya semakin mudah dilakukan. Namun pengaruh buruk berupa ketidak – seimbangan gizi terjadi. Umumnya makanan – makanan cepat saji itu akan mengandung kadar kolesterol tinggi. Ditambah lagi kebiasaan jelek yang sering dilakukan masyarakat adalah kurangnya aktifitas olah raga. Kesemua ini akan mengakibatkan kegemukan.

Kejadian penyakit – penyakit jantung, pembuluh darah seperti stroke, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, merupakan penyakit yang sebelumnya didasari akibat kegemukan (obesitas) akibat karena gizi yang berlebih. Kegemukan, selain penyakit tersebut dapat pula mengakibatkan terjadinya penyakit reumatik yang disebut osteoartritis (OA).

Osteoartritis merupakan penyakit reumatik, salah satunya disebabkan oleh karena beban yang berlebih dalam jangka waktu lama yang diterima oleh sendi lutut. Sehingga terjadi kerusakan pada struktur rawan sendi yang menjadi bantalan. Bantalan tersebut berguna untuk menghindari gesekan antara dua tulang yang membentuk persendian, yaitu tulang paha dan tulang tibia. Oleh karena beban yang berlebih itu akan menyebabkan penipisan tulang rawan dan selanjut akan terjadi robekan pada permukaan. Hilang fungsi rawan sendi ini akan mengakibatkan nyeri pada sendi lutut. Beberapa aktifitas sehari – hari penderita akan terganggu, seperti berdiri saat melakukan aktifitas, naik turun tangga, sehingga juga akan menyebabkan produktifitas akan menurun.
Obesitas merupakan faktor risiko penting terjadinya Osteoartritis sendi lutut, karena dapat menerangkan bagian pokok dari kejadian OA sendi lutut. Sebagian besar berat badan akan ditopang oleh sendi lutut (weight bearing joint) pada saat berjalan. Peningkatan berat badan akan meningkatkan risiko OA sendi lutut. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan 5 kg akan menurunkan kejadian OA sendi lutut pada wanita sapai 50%. Sehingga pencegahan dengan menjaga berat badan yang ideal, maka akan mengurangi kejadian OA sendi lutut. Demikian pula dengan yang ditimbulkan oleh kegemukan tersebut, seperti penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi dsb, tentunya juga akan dicegah. 

Obesitas merupakan suatu kelainan kompleks pengaturan nafsu makan dan metabolisme energi yang dikendalikan beberapa faktor biologik spesifik. Secara fisiologis, obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Obesitas akan terjadi bila adanya ketidak seimbangan jangka panjang antara masukan energi (energy intake) dan pengeluaran energi (energy expenditure), dimana energy intake lebih besar dari energy expenditure.

Di Amerika Serikat terdapat 35% orang dewasa tergolong overweight (IMT 25 – 29,9 kg/m2) dan sekitar 2,5% tergolong obes (IMT > 30,0 kg/m2). Semakin meningkatnya prevalensi obesitas pada anak dan dewasa cukup memperihatinkan, mengingat obesitas diketahui meningkatkan hampir semua penyebab kematian. Walaupun di Indonesia belum ada data baku mengenai epidemiologi kegemukan, namun terkesan terdapat peningkatan jumlah kejadian kegemukan, terutama di kota – kota besar tadi akibat karena mudahnya akses mendapatkan makanan cepat saji, dan kurangnya aktifitas fisik yang rutin. Di Jakarta, terdapat peningkatan prevalensi obesitas dalam jangka 10 tahun (1982-1992) dari 4,2% dan 4,7% menjadi 10,9% dan 24,1% masing – masing pada laki – laki dan wanita. Penelitian lain menunjukkan prevalensi kejadian OA di Malang, prevalensi OA di kota yaitu 10.0 %, lebih tinggi bila dibandingkan di pedesaan yaitu 13.5%.  Menjadi pertanyaan apakah karena di kota orang – orang lebih banyak kegemukan oleh karena mudahnya akses mengkonsumsi makanan yang bergizi tidak seimbang.

Dampak yang ditimbulkan oleh OA sangat besar, oleh karena akan mempengaruhi aktifitas keseharian penderita. Misalnya mengerjakan pekerjaan sehari – hari dirumah, seperti pekerjaan ibu – ibu rumah tangga. Demikian pula dengan pekerjaan di luar rumah. Masalah utama yang muncul pada penderita OA adalah nyeri pada sendi lutut terutama saat melakukan aktiftas, terjadi kekakuan sendi lutut. Penderita OA akan terganggu melakukan aktifitas seperti misalnya jongkok, naik turun tangga, sehingga bagi penderita yang beragama Islam akan mengganggu kekhusuan melakukan ibadah sholat lima waktu.

Bagaimana obesitas menyebabkan OA sendi lutut dapat diterangkan sebagai berikut; pada kondisi obes akan meningkatkan beban yang diterima oleh permukaan sendi lutut, pada akhirnya dapat menimbulkan kerusakan kartilago sendi secara mekanis maupun kerusakan secara biologis. Proses inisiasi kerusakan rawan sendi akan menyebabkan terjadinya pembentukan rawan sendi abnormal. Inisiasi proses ini akan menyebabkan teraktivasinya kaskade inflamasi maupun perusakan secara enzimatik terhadap rawan sendi lutut. Adanya respon inflamasi memicu rangkaian enzimatik yang berakhir dengan kerusakan rawan sendi sebagai target kerusakan pada patogenesis OA termasuk OA sendi lutut.

Sendi lutut merupakan alat keseimbangan, sehingga struktur otot yang mengelilingi sangat penting. Pada kegemukan massa lemak intra muskuler meningkat. Peningkatan massa lemak tersebut akan menyebabkan kelemahan pada saat berjalan, berdiri dan mengarahkan keterbatasan gerak. Meningkatnya beban pada sendi lutut yang dikelilingi oleh otot yang lemah menyebabkan menurunnya kemampuan otot menahan tekanan yang dapat menyebabkan trauma pada kartilago. Jika tekanan atau beban itu bersifat mekanis, maka dapat menjadi penyebab OA yang ditemukan jelas pada mereka dengan kegemukan.
Bila trauma atau beban ini berlanjut terus menerus, maka beberapa keluhan yang akan diderita akan semakin berat. Nyeri pada sendi lutut juga akan mengakibatkan penderita akan mengurangi aktifitas atau gerakan pada sendi lututnya, sehingga juga akan berdampak pengecilan otot – otot (atrophy) penopang tubuh disekitar sendi lutut. Dampak lain dari atrofi ini adalah terjadi kelemahan otot penyanggah tubuh, sehingga beban akan semakin besar lagi pada permukaan sendi lutut. Selain itu juga timbul penumpukan cairan dalam rongga sendi lutut yang dikenal dengan efusi genu. Efusi ini juga akan semakin menambah nyeri pada sendi lutut dan akan semakin membatasi beban pada sendi lututnya oleh penderita. Sehingga akan terjadi suatu lingkaran setan (siklus vitiosus), nyeri pada sendi lutut dan efusi genu akan mengakibatkan pembatasan gerak sendi lutut, selanjutnya menyebabkan atrofi otot – otot penyanggah tubuh, beban sendi akan semakin bertambah karena kelemahan otot.
 
Upaya – upaya pencegahan yang dapat dilakukan ditujukan terutama menghilangkan trauma atau jejas pada rawan sendi. Upaya – upaya itu dapat dilakukan dengan pemberian pengobatan maupun dengan upaya pencegahan. Namun jika upaya pencegahan dapat dilakakan secara dini maka akan jauh lebih bermanfaat dan besar hasilnya jika hanya dengan memanfaatkan pengobatan. Upaya pencegahan akan jauh lebih baik, lebih murah bila dibandingkan dengan pengobatan.
 
Jika memperhatikan penyebab dari OA sendi lutut ini, salah satunya adalah akibat kegemukan, maka salah satu upaya pencegahan dapat dilakukan adalah dengan menjaga agar berat badan tetap dalam kategori ideal. 
Menjaga berat badan ideal merupakan suatu tindakan bijaksana yang bertujuan menghilangkan trauma pada sendi penopang tubuh. Seperti disebutkan sebelumnya dengan menurunkan IMT maka angka prevalensi kejadian OA baik pada pria maupun wanita dapat diturunkan. Memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk memiliki postur tubuh yang proporsional perlu digaungkan. Konsumsi makanan cepat saji yang mempunyai nilai gizi tidak seimbang sebaiknya dihindari. 
 
Disamping itu dengan melakukan olah raga teratur. Olah raga akan menjaga kebugaran tubuh sehingga akan selalu tercapai keseimbangan. Keseimbangan energi karena selalu melakukan pembakaran – pembakaran energi. Selain itu dengan olah raga juga akan melatih otot – otot penyanggah tubuh khususnya otot penyanggah disekitar sendi lutut akan menjadi kuat. Menguatkan otot – otot penyanggah disekitar sendi lutut berarti mengambil alih sebagian beban lutut oleh otot – otot tersebut. Otot tersebut adalah otot quadrisef, otot sartorius, otot gastroknemius dsb. 
 
Kesimpulan : kejadian OA sendi lutut berhubungan dengan kegemukan. Kegemukan akan memberikan trauma pada rawan sendi lutut, bila trauma ini berlangsung lama, selanjutnya akan mengakibatkan penipisan rawan sendi. Sehingga fungsi sebagai shock absorbent untuk mencegah trauma pada tulang tidak dapat diperankan lagi oleh tulang rawan tersebut. Kegemukan terjadi karena energy intake dan energy expenditure tidak seimbang. Kegemukan dapat dicegah dengan mengkonsumsi zat gizi seimbang dan melakukan aktifitas olah raga untuk melakukan pembakaran dan memperkuat otot – otot penopang sendi lutut. Sehingga orang gemuk belum tentu sehat, tetapi berisiko menderita osteoartritis sendi lutut.

Kamis, 04 Januari 2018

Apa Yang Anda Ketahui Tentang Alergi..?

Alergi terjadi karena ada perubahan reaksi terhadap bahan tertentu. Hal tersebut tidak terjadi pada kebanyakan orang,  misalnya makan udang  atau obat yang sebelumnya tidak menimbulkan apa-apa, pada suatu waktu menyebabkan gatal-gatal. Jadi alergi adalah reaksi  abnormal  terhadap suatu bahan yang disebut alergen. Alergi dipengaruhi dua faktor, yaitu faktor genetik dan lingkungan. Umumnya 80% penyakit alergi merupakan faktor genetik. Alergen terdapat dalam lingkungan hidup sehari-hari, dapat berupa alergen dalam rumah dan alergen luar rumah, serta dapat menimbulkan reaksi alergi ringan sampai berat. Reaksi tersebut dapat terjadi pada setiap golongan umur, umumnya lebih sering terjadi pada bayi. Bila bayi menjadi besar, jenis makanan yang menimbulkan reaksi alergi dapat berubah. Umumnya penyebab alergi makanan adalah proteinnya. Alergi dapat disebut suatu penyakit karena adanya reaksi yang menyimpang.

Reaksi orang berbeda-beda ketika terkena alergi. ada merasa gatal-gatal, perih dan panas pada kulit, bengkak, hingga diare. Tergantung organ yang terkena, alergi dapat mengenai organ pernapasan (asma dan rinitis alergi), organ kulit (dermatitis atopi dan urtikaria), dan juga pencernaan (diare).

Alergi menurut cara masuknya ke dalam tubuh, dapat melalui alergen hirup (tungau debu rumah, serbuk sari, spora jamur, serpihan kulit hewan piaraan), alergen ingestan (makanan, obat oral), alergen injektan (obat suntik) dan alergen kontaktan (logam, kosmetik, lateks).Pada orang yang sensitif, alergen (zat pencetus alergi) akan mendorong produksi antibodi. Antibodi terikat pada sel yang mengandung histamin. Sel akan melepaskan histamin saat antibodi terstimulasi alergen. Akibatnya, terjadi pembengkakan jaringan, produksi lendir, gatal, kejang otot, bintik, bentol, atau gejala lain. Berat ringannya gejala bervariasi. Manifestasi gejala tergantung bagian tubuh yang kontak dengan alergen. Alergen yang dihirup menyebabkan hidung tersumbat, gatal pada hidung dan tenggorokan, produksi lendir, batuk atau bersin. Asupan alergen dari makanan menyebabkan mual, muntah, sakit perut, kram perut atau diare, bahkan bisa mengancam jiwa. Alergi pada tumbuhan menyebabkan gatal pada kulit. Alergen terdiri dari zat yang berasal dari lingkungan, seperti serbuk sari bunga, jamur, debu, bulu binatang, serta zat buatan manusia, seperti obat, perhiasan, dan kosmetik.

Alergi dikatakan berat jika terjadi reaksi yang mengancam nyawa seperti reaksi syok anafilaktik dikarenakan alergi obat atau gigitan serangga.Asma yang tidak terkontrol dan dalam keadaan serangan akut, bila tidak ditangani dengan tepat, dapat mengancam nyawa. Alergi dapat menyebabkan kematian bila terjadi reaksi syok anafilaksis. Anafilaksis adalah suatu respon klinis hipersentivitas yang berat dan menyerang berbagai macam organ. Reaksi hipersentifitas ini adalah reaksi tipe cepat atau hipersensitifitas tipe 1. Hipersensitifitas tipe 1 adalah reaksi antara antigen spesifik dan antibodi spesifik yang terikat pada sel mast. Ketika IgE spesifik terbentuk melawan antigen makanan pada orang yang peka, paparan berikut terhadap antigen mengakibatkan pengaktifan IgE-mediated dari sel mast dan basofil, yang diikuti pelepasan histamin, triptase dan unsur biologis aktip lainnya. Kadangkala mekanisme penyebab anafilaksis tidak diketahui, seperti anafilaksis yang dicetuskan oleh metabisulfit yang digunakan bahan pengawet makanan. Onset dan perjalanan penyakit anafilaksis dapat bervariasi dianatara beberapa penderita, Manifestasi anafilaksis yang terjadi sangat banyak karena mengakibatkan kumpulan gejala dari gangguan beberapa organ dan fungsi tubuh. Manifestasi klinis anafilaksis yang dapat terjadi karena reaksi alergi makanan adalah urticaria (hives), eritema (kemerahan menyeluruh), eruritus (gatal yang luas) tanpa rash, angioedema (swelling), edema laring, asma, rinitis, konjungtivitis, gatal palatum dan saluran meatikus akustikus eksterna, mual , muntah, nyeri perut, palpitasi, dada berdebar, pingsan, dan gangguan kesadaran.

Manifestasi klinis yang paling berat yang paling sering dianggap sebagai penyebab kematian adalah edema laring dan kolaps kardiovaskular. Sebuah penelitian menyebutkan keluhan utama yang didapatkan berturut turut adalah bengkak pada wajah (76%), urtikaria (69%), gangguan pernapasan (66%) dan saluran cerna (4%). 
Manifestasi kulit seperti urtikaria dan angiedema dilaporkan terjadi pada sekitar 88% reaksi anafilaksis. Kemerahan kulit didapatkan 46%, pruritus tanpa rash didapatkan 5%. Hampir selalu didapatkan manifestasi kulit pada reaksi anfilaksis dan diagnosis akan diragukan bila tidak didapatkan manifestasi kulit. 
Gejala saluran napas dapat berupa napas tersumbat, atau sesak, disertai mata berair, bersin, hidung ingusan atau tersumbat. Dapat ditemukan mengi. Gejala kardiovaskular temasuk debar-debar, aritmia, hipotensi dan pingsan. Pasien mungkin mengeluh mual, nyeri perut kram, disertai muntah dan diare, dapat timbul kejang. Gambaran yang mengancam jiwa adalah syok, edema jalan napas atas, dan obstruksi bronkial.

Penyebab reaksi anafilaksis adalah:
1. Obat (antibiotik, bahan anestesi)
2. Makanan (kacang tanah, kacang pohon, makanan laut, dan lain-lain)
3. Bahan bilogis (lateks, insulin, ekstrak alergen, antiserum, produk darah, enzim)
4. Gigitan serangga

Upaya pengobatan alergi dilakukan dengan pencegahan diikuti dengan terapi obat-obatan. Tanpa pencegahan terhadap faktor pencetusnya, pengobatan tidak dapat optimal.

Jenis-jenis Tes Alergi ;
- Tes Tusuk Kulit/Skin Prick Test untuk asma bronkial, rinitis alergi dan dermatitis atopi.
- Tes Tempel/Patch Test untuk eksem kontak.
Tes alergi dapat dilakukan pada Spesialis Penyakit Dalam Alergi, Spesialis Kulit Alergi dan Spesialis THT Alerg

Rabu, 03 Januari 2018

Rumor Seputar Penggunaan INSULIN

Pendahuluan

Sejarah pemakaian insulin dimulai sekitar awal tahun 1920-an, ketika Tuan Frederick Banting and Tuan Charles Best berhasil  mengisolasi insulin dari pankreas seekor anjing lalu menyuntikkannya ke seorang anak diabetes tipe 1. Keajaiban ditunjukkan pada saat itu, dimana anak yang awalnya sangat kurus kemudian bisa menjadi sehat dan gemuk setelah disuntik dengan insulin. Sejak saat itu dunia ilmu pengetahuan sangat tertarik dan banyak melakukan penelitian tentang insulin, dan akhirnya pada tahun 1950 an, urutan asam amino insulin dapat diidentifikasi lalu insulin juga sudah bisa dimurnikan. Akhirnya kita lihat saat ini insulin dapat diproduksi secara masal melalui teknologi rekombinan dengan menggunakan jasa bakteri. Penemuan insulin merupakan tonggak sejarah terpenting di dunia kedokteran terkait kemampuan mengisolasi protein tertentu sehingga penemunya mendapat hadiah Nobel kedokteran.
 
Peran Insulin pada Pengobatan Diabetes
 
Diabetes adalah penyakit kronik yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang berkepanjangan sehingga sering mengakibatkan beragam penyakit aterosklerosis ( serangan jantung, stroke, penyakit pembuluh darah perifer, gagal ginjal kronik, kebutaan, amputasi dan lain-lain ). Gula darah yang tinggi adalah akibat pabrik insulin, yaitu pankreas, tidak mampu memproduksi insulin ( disebut insulin endogen ) sesuai dengan kebutuhan tubuh, sekaligus sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif dengan insulin, akibatnya dibutuhkan insulin yang lebih banyak untuk memasukkan gula darah ke dalam sel. Seperti dipahami bahwa insulin berfungsi seperti anak kunci yang membuka “pintu” di dinding sel, selanjutnya “pintu” tersebut menjadi terbuka dan gula darah dapat masuk ke dalam sel sehingga bisa diolah untuk menghasilkan energi. Jika gagal dimasukkan ke dalam sel maka gula darah akan tetap di pembuluh darah dan  bila diukur kadarnya tinggi, itulah yang disebut dengan diabetes. 
 
Beragam usaha untuk menurunkan gula darah telah diupayakan, baik dalam bentuk obat makan maupun obat injeksi. Obat makan juga tersedia dalam beragam cara kerja, ada yang meningkatkan pengeluaran insulin dari pabriknya dan ada juga yang bekerja dengan meningkatkan kepekaan sel-sel tubuh terhadap insulin. Di sisi lain ada juga usaha meningkatkan kadar insulin itu sendiri dengan menambah insulin dari luar tubuh ( insulin eksogen ), hanya saja sampai saat ini insulin eksogen baru tersedia dalam bentuk suntikan, walaupun manusia sangat bercita-cita membuat insulin dalam bentuk selain suntikan sehingga mudah diterima oleh pasien. Dalam keadaan tertentu, insulin bahkan merupakan satu-satunya pilihan untuk menurunkan gula darah, seperti saat dokter ingin menurunkannya secara cepat, pada diabetes tipe 1, gagal dengan obat makan, pada keadaan kritis, diabetes dengan kehamilan, dan lain-lain.
Pada diabetes tipe 2 ( lebih dari 95% diabetes  merupakan tipe 2 ), memang awalnya dipakai obat-obat makan, disamping perencanaan makan dan olah raga, hanya saja karena saat didiagnosis kapasitas pabrik insulin ( pankreas ) tersisa hanya 50%, maka seringkali diabetes tipe 2 pada akhirnya juga butuh insulin. Tidak mudah untuk menawarkan insulin pada pengidap diabetes, karena sebagian besar dari mereka kurang mendapatkan informasi yang baik dan benar tentang insulin. Biasanya pengidap diabetes mendapat rumors dari orang non medis yang seringkali banyak salahnya daripada benarnya, sehingga jika tiba saatnya mereka harus memakai insulin timbul penolakan akibat persepsi yang salah tentang insulin. Dari penelitian-penelitian  yang ada sekitar 54,5 % ( DAWN study ) pasien diabetes tanpa  insulin khawatir jika memakai insulin, dan 27% menolak saat ditawarkan insulin ( UKPDS ).
 
Rumors tentang Insulin
 
Di masyarakat awam banyak sekali rumors yang beredar tentang insulin, sebagian diantaranya benar tetapi sebagian besar adalah salah bahkan menyesatkan. Untuk itu perlu ada klarifikasi dan diseminasi informasi yang benar tentang insulin sehingga diharapkan masyarakat lebih mudah menerima insulin jika memang diperlukan untuk pengobatan diabetesnya. Beberapa rumors diantaranya adalah:
 
A. Insulin menyebabkan kecanduan
Insulin disalahpersepsikan seperti narkoba yang bisa menyebabkan kecanduan, tentu pemahaman ini salah dan perlu diperbaiki. Insulin tidak menyebabkan ketagihan apalagi kecanduan. Kadang-kadang juga ada pendapat bahwa: “sekali insulin tetap insulin”. Padahal seringkali pasien-pasien yang pulang rawat justru tidak butuh insulin lagi walaupun dalam perawatan di rumah sakit mereka memakai insulin. Memang untuk pasien-pasien yang sudah lama mengidap diabetes tipe 2 seringkali gagal dengan obat makan dan butuh insulin. Untuk kasus-kasus seperti ini dokter juga tidak bisa menjamin apakah diabetesnya bisa terkontrol hanya dengan obat makan, sehingga dibutuhkan insulin terus-menerus. Semuanya tergantung dengan kapasitas cadangan pabrik insulin yaitu pánkreas dan derajat resistensi sel-sel tubuh terhadap insulin.
 
B. Insulin hanya untuk diabetes tipe 1
Untuk diabetes tipe 1 ( sering timbul di usia anak-anak ) jelas bahwa mereka dari awal harus memakai insulin karena terjadi kekurangan insulin absolut sehingga harus memakai insulin dari luar tubuh. Untuk diabetes tipe 2 biasanya awalnya bisa terkontrol dengan obat makan, hanya saja saat didiagnosis diabetes sebenarnya penyakitnya sudah berproses lama ( 10-12 tahun sebelumnya ), sehingga kapasitas cadangan produksi insulinnya sudah jelek ( tinggal 50% ). Dengan berjalannya waktu kapasitas cadangan tersebut semakin lama semakin menurun, apalagi jika gula darahnya sering tidak terkontrol maka penurunan tersebut akan semakin cepat dibandingkan dengan orang yang selalu terkontrol ( efek racun dari gula darah tinggi dan asam lemak ). Jadi pada diabetes tipe 2 juga sering membutuhkan insulin manakala kapasitas produksi pankreasnya sudah jelek. 
 
C. Insulin hanya dipakai jika penyakitnya sudah parah dan sebagai jalan terakhir
Karena diabetes adalah penyakit kronik yang berkepanjangan dan komplikasinya juga merupakan penyakit berat maka konsep pengelolaannya adalah sedapat mungkin dengan menggunakan beragam cara mengontrol gula darah ke keadaan normal. Saat ini beberapa pedoman pengobatan menganjurkan kombinasi obat makan dengan insulin sedini mungkin tanpa perlu harus menunggu gagal dengan 2 atau 3 obat terlebih dahulu. Dengan demikian insulin bukan jalan terakhir jika memang pasiennya bersedia menggunakan insulin.
 
D. Suntik insulin sakit
Saat ini alat-alat delivery insulin semakin canggih dan nyaman untuk pasien. Jarum insulin dengan ukuran supra kecil dengan panjang kurang dari ½ sentimeter membuat rasa sakit hampir tidak ada. Apalagi jarum insulin saat ini juga sudah dilapisi dengan silikon sehingga rasa sakitnya semakin berkurang. Biasanya setelah merasakan sekali dua kali pasien akan terbiasa dan tidak lagi merasakan sakit. Bentuknya tidak lagi menakutkan seperti jarum tetapi sudah dikemas seperti pen yang lucu dan mudah kemana-mana.
 
E. Insulin mahal
Hampir semua sediaan insulin saat ini masuk daftar obat PT Askes, sehingga para pengguna asuransi kesehatan PT Askes bisa memanfaatkannya. Karena semua insulin dapat diproduksi masal dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika maka biaya semakin murah.  Begitu juga dengan Askeskin ( asuransi kesehatan untuk warga miskin ) juga menyediakan tanggungan untuk beberapa jenis insulin.
 
F. Insulin dapat mengakibatkan kebutaan
Pendapat ini benar-benar menyesatkan, bahkan harapannya adalah jika diabetes dapat terkontrol dengan baik sedini mungkin, maka kebutaan tersebut dapat dihindari. Seperti dipahami saat ini diabetes adalah penyebab kebutaan tersering di dunia pada orang dewasa.
 
G. Insulin dapat mengakibatkan cuci darah
Saat ini diabetes adalah penyebab tersering cuci darah di negara-negara maju. Dengan mengontrol diabetes dengan cara apapun, termasuk insulin, maka diharapkan pengidap tidak sampai harus cuci darah. Tentunya tidak cukup gula darah yang dikontrol tetapi juga faktor risiko lain seperti tekanan darah, kolesterol, dan lan-lain. Seringkali pasien datang sudah dengan gangguan fungsi ginjal yang berat lalu ditawarkan insulin, sehingga disimpulkan bahwa insulinlah yang menyebabkab pasien menjadi cuci darah.
 
H. Repot, makan waktu banyak dan hidup menjadi terkungkung
Memang jika sudah memakai insulin ada aktifitas baru yang secara rutin harus dikerjakan. Hanya saja para dokter tidak langsung menawarkan 2 atau 3 kali suntikan sehari, tetapi sekali sutikan terlebih dahulu dan dikombinasikan dengan obat makan yang sudah dpakai sebelumnya. Saat ini hampir sebagian besar insulin menggunakan pen yang canggih dan tidak menakutkan. Dengan menggunakan pen maka tidak serepot jika memakai jarum suntik biasa, waktu yang digunakan juga lebih sedikit. Pen bisa dibawa kemana-mana seperti pulpen dan dimasukkan ke saku.
 
I. Insulin terbuat dari babi
Saat ini di manapun tidak ada lagi insulin yang terbuat dari binatang, semuanya merupakan insulin dengan urutan asam amino insulin manusia atau derivatnya. Insulin manusia sudah dapat dimurnikan dan diperbanyak dengan teknologi rekombinan. Insulin juga bukan dibuat dengan diekstrak dari pankreas orang yang sudah meninggal. Jadi tidak perlu lagi khawatir akan adanya insulin babi atau sapi.
 
J. Insulin dapat menyebabkan gula darah drop ( hipoglikemia )
Pendapat ini benar adanya. Tidak hanya insulin tetapi sebagian besar obat makan juga menyebabkan gula darah terlalu drop. Namun dengan edukasi yang baik, pengawasan dan kerja sama dengan dokter yang ketat, dan monitoring gula darah yang sesuai maka risiko tersebut bisa diminimalisir. Pengidap diabetes dan keluarga harus tahu kapan jadwal dan dosis menyuntik insulin, bagaimana pengaturan makannya, bagaimana tanda-tanda dini gula darah drop, bagaimana mengatasinya, dan sebagainya. Akhirnya pengidap diabetes bisa menjadi “dokter” utama bagi dirinya sendiri. Dengan memulai insulin jangka panjang yang sekali sehari maka risiko gula darah drop juga semakin berkurang. Edukasi adalah hak para pengidap diabetes.
 
K. Insulin menaikkan berat badan ( menjadi lebih gemuk )
Insulin adalah termasuk hormon anabolik, sehingga benar jika dikatakan insulin dapat menaikkan berat badan. Dengan demikian tidak heran jika pada keadaan terdapat penurunan berat badan yang drastis pada pengidap diabetes disarankan memakai insulin. Pada orang yang berat badannya ideal atau gemuk maka tentunya efek ini dapat menimbulkan masalah baru, namun dengan sediaan insulin analog yang banyak beredar saat ini dikatakan bahwa efek kenaikan berat badan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan insulin biasa. Cara lain untuk mengimbangi risiko kenaikan berat badan adalah dengan mengkombinasi dengan obat makanan golongan biguanid jika tidak terdapat kontra indikasi. Jangan lupa juga untuk tetap berolah raga sesuai aturan dan makan sesuai anjuran agar berat badan tidak naik berlebihan jika memakai insulin.
 
Saat ini banyak sekali pengidap diabetes yang datang ke dokter dalam keadaan sudah dengan bermacam-macam komplikasi kronik sehingga membutuhkan biaya pengobatan yang sangat tinggi. Untuk itu perlu dikampanyekan kembali kesadaran untuk mengontrol diabetes secara teratur dan dengan pendekatan target. Artinya pengidap diabetes seharusnya tidak dibiarkan berlama-lama dengan obat tertentu, jika memang diabetesnya tidak terkontrol. Prinsipnya adalah cepat memulai terapi dan cepat mengkombinasi obat.
 

Penyebab Anemia & Cara Pengobatannya

Pertanyaan
 
Saya seorang wanita, usia 33 tahun, TB/BB : 160/55, sudah menikah dengan 1 orang anak. Akhir-akhir ini saya merasa kepala mudah pusing dan muka agak pucat serta badang terasa tidak fresh dan lesu.. Terus terang kondisi ini cukup mengganggu produktifitas saya sehari-hari dalam bekerja dan beraktifitas dok.. 

Saya pernah memeriksakan kondisi saya dan dikatakan oleh dokter bahwa saya menderita Anemia. Selain itu saya juga mempunyai riwayat penyakit Migrain dan Menstruasi yang kurang teratur setiap bulannya.

Yang menjadi pertanyaan Saya :
• Apakah penyakit Anemia tersebut dan apa penyebab utama nya dok..
• Apakah Anemia ini ada hubungan dengan penyakit keturunan, karena dikeluarga saya hampir semua  mempunyai penyakit ini.
• Apakah ada hubungan antara mentruasi saya yang tidak teratur dengan munculnya penyakit Anemia di  tubuh saya dok..
• Apakah juga ada hubungannya munculnya Anemia ini dengan penyakit migrain saya dok. (mingrain
        saya  dapat hilang/sembuh jika saya minumkan obat bebas)
• Apakah benar saya menderita Anemia dok., kemudian Kemana dan Bagaimana cara saya untuk  menyembuhkan penyakit ini dok..

Demikian pertanyaan seputar kondisi saya, atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih banyak

Jawaban

Terkait dengan keluhan yang sering diajukan oleh beberapa pasien saya akan menjelaskan sebagai berikut :

1. Anemia adalah turunnya nilai hemoglobin dibawah nilai normal.
Pria : 13-16 g/dl wanita 12-14 g/dl
Penyebab utama anemia pada wanita kebanyakan disebabkan oleh anemia defisiensi besi

2. Anemia dapat disebabkan oleh penyakit turunan seperti talasemia, anemia sel sabit dan lain2. Namun  mayoritas anemia pada wanita disebabkan oleh rendahnya kandungan besi di dalam darah atau lebih  dikenal dengan anemia defisiensi besi.

3. Ada hubungan antara anemia dengan siklus menstruasi yang tidak teratur. Tergantung dari banyaknya  darah saat menstruasi, lamanya menstruasi. Makin banyak dan makin sering menstruasi, kemungkinan  kadar besi dalam darah makin rendah, karena itu bagi wanita yang mendapat haid, perlu mengkonsumsi   makanan yang mengandung besi, vit B12 dan vit C.

4. Gejala anemia dapat berupa sakit kepala, berdebar-debar, pandangan berkunang2 atau gelap pada  perubahan posisi, lemas, tidak bergairah, rambut kusam dan kulit yang kasar. Keluhan ini dapat  berlangsung bertahun-tahun. Migrain dapat saja hilang dengan obat-obat penghilang sakit, namun akan  muncul kembali

5. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita anemia perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan  pemeriksaan darah untuk mengetahui kecukupan deposit besi dalam tubuh. Untuk pengobatan anemia  karena defisiensi besi, biasanya akan diberikan suplemen besi, dikombinasi dengan vitamin. Si penderita  juga dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak sayur-sayuran berwarna hijau, susu, buah-buahan. 
Juga disarankan untuk menghindari konsumsi teh, mengingat senyawa di dalam teh menghambat penyerapan besi dari makanan.  

Demikian penjelasan saya seputar dengan Anemia dan penyebabnya. Semoga dapat memberikan informasi dan solusi.

Pemicu Serangan Jantung

Berbagai pemicu serangan jantung sebenarnya bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kopi hingga polusi udara. Besarnya peningkatan risiko serangan jantung berbeda-beda tergantung pemicunya dan inilah perbandingannya.
Peningkatan risiko serangan jantung berdasarkan pemicu umum yang bisa ditemukan di lingkungan sehari-hari adalah antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari MensHealth.com.

1. Kopi
Efek kafein adalah memacu kerja jantung dan meningkatkan aliran darah ke otot, sehingga meningkatkan tekanan darah. Pecandu kopi rata-rata 1,5 lebih rentan mengalami serangan jantung dalam waktu 1 jam sesudah minum kopi.

2. Alkohol
Alkohol juga bisa meningkatkan tekanan darah sehingga beban jantung meningkat. Peminum alkohol 3 kali lebih berisiko mengalami serangan jantung dalam waktu 12 jam sesudah minum minuman alkohol.

3. Polusi lalu lintas
Berbagai masalah jantung termasuk penyumbatan pembuluh darah lebih sering dialami orang yang tinggal di tepi jalan utama. Polusi meningkatkan risiko serangan jantung hingga 3 kali lipat dalam waktu 1 jam.

4. Olahraga berat
Olahraga berat jika dilakukan oleh orang yang biasanya tidak rutin berolahraga justru akan mendatangkan bahaya. Bagi yang jarang olahraga, risiko serangan jantung saat berolahraga berat bisa meningkat 3 kali lipat dibandingkan yang rutin berolahraga.

5. Aktivitas seks
Denyut jantung dan tekanan darah akan mengalami peningkatan drastis saat seseorang mengalami orgasme, baik melalui masturbasi maupun hubungan seks. Berbagai aktivitas seksual itu meningkatkan risiko serangan jantung sebanyak 4 kali lipat dalam waktu 2 jam sesudahnya.

6. Makan berlebihan
Makan berlebihan, apalagi jika banyak mengandung lemak dan garam juga bisa meningkatkan tekanan darah. Akibatnya risiko serangan jantung meningkat 7 kali lipat dalam waktu 1 jam sesudah makan sampai kekenyangan.

7. Kokain
Penggunaan narkotika khususnya kokain meningkatkan serangan jantung hingga 24 kali lipat dalam waktu 24 jam sesudahnya. Namun studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet membuktikan, polusi udara sebenarnya 5 kali lebih membahayakan jantung dibandingkan kokain.

Pria Hobi Selingkuh Rentan Kena Serangan Jantung

Penelitian menunjukkan hubungan seks yang dilakukan secara rutin bisa menyehatkan jantung. Namun bagi pria, syaratnya harus dilakukan dengan pasangan resmi sebab bercinta dengan selingkuhan justru akan meningkatkan risiko serangan jantung.

Sebuah penelitian di Italia menunjukkan, hubungan seks tidak lagi memberikan manfaat bagi jantung jika melibatkan unsur pengkhianatan. Bagi pria yang sudah beristri, risiko serangan jantung justru meningkat jika sering berhubungan seks dengan wanita lain.

"Kami mendapati bahwa sikap tidak setia merupakan faktor risiko untuk mengalami gangguan kardiovaskular termasuk serangan jantung di kemudian hari," ungkap Alessandra Fisher, peneliti dari Sexual Medicine and Andrology Unit di Florence, Italia.

Menurutnya, pria yang hobi selingkuh cenderung lebih banyak menampakkan gejala depresi dibanding pria lain yang kehidupan seksualnya baik-baik saja. Dalam penelitian tersebut, para pria mengaku berselingkuh karena rumah tangganya sudah tidak harmonis.

Kondisi ini memicu depresi yang ditandai dengan beberapa gejala. Gejala yang teramati dalam penelitian itu antara lain obesitas, tekanan darah tinggi dan perubahan gaya hidup termasuk mengkonsumsi minuman keras dan lebih sering merokok.

Depresi yang disertai dengan gejala-gejala semacam itu jelas meningkatkan risiko serangan jantung. Meski tidak secara langsung dipicu oleh perselingkuhan, peningkatan risiko serangan jantung bisa memburuk jika hubungan terlarang itu menimbulkan konflik baru.

Penelitian yang dipublikasikan akhir tahun 2010 ini memang tidak menyebutkan berapa banyak pria yang terkena serangan jantung karena berselingkuh. Namun berbagai sumber tidak resmi di internet menyebut, 85 persen pria yang berselingkuh meninggal karena serangan jantung.
Sumber : PAPDI

Sabtu, 28 November 2009

Konsultasi Dokter Online

Konsultasi Dokter Gratis, Praktek Dokter Malang
Konsultasi untuk berbagai masalah kesehatan.
Hampir setiap orang pernah mengalami situasi dimana kondisi kesehatannya terganggu, namun karena kesibukan membuat kita tidak sempat untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter tentang kondisi kesehatan kita. Namun kini Anda tidak perlu khawatir lagi, konsultasi dengan dokter dapat dilakukan dimanapun. Baik di rumah, kantor, bahkan ketika sedang dalam perjalanan. Cukup sediakan laptop/smartphone kita sudah dapat berkonsultasi dengan dokter secara online 

Masih Terbatas

Konsultasi dokter online di Indonesia ini masih terbatas, jadi Anda masih belum bisa mendapatkan resep secara keseluruhan, misalkan melalui e-mail. Jadi Bapak/Ibu hanya bisa mendapatkan informasi tentang masalah kesehatan dan saran saran medis.

Tak Perlu ke Klinik Pengobatan

Konsultasi dokter online, tetap memberikan kontribusi positif untuk dunia kesehatan. Dengan adanya konsultasi online, orang-orang tak perlu bingung lagi mencari informasi yang bisa dipercaya.
Dengan mengetahui masalah kesehatan yang Bapak/Ibu alami dan saran-saran dari dokter, anda tentu dapat lebih mengetahui kondisi kesehatan Bapak/Ibu dan tahu langkah-langkah yang harus dilakukan. Mungkin saat ini konsultasi dokter online masih sangat terbatas apa yang bisa kami berikan kepada Bapak/Ibu, tetapi ke depannya tentu perkembangan akan terus terjadi.

Jam pelayanan Konsultasi Dokter Online.

Tanya Dokter, Dokter Online, Praktek Dokter Malang
Konsultasi Dokter Online

Kami menyediakan jasa pelayanan Konsultasi Dokter Online Malang secara GRATIS walaupun masih terbatas pada hari :

                    Senin-Jumat pada jam 09 s/d jam 11 malam.

Mudah mudahan pada waktu yang akan datang kami bisa menambah jam Konsultasi Dokter Online bagi Bapak/ Ibu


Bagaimana caranya untuk Konsultasi Dokter Online?

Cukup mudah, sampaikan kondisi dan gejala yang dialami melalui sms 0812-3296-2039 /email kami: dr.suseno@gmail.com
Ceritakan gangguan yang Bapak/ Ibu alami dan sertakan juga kalau sudah ada pemeriksaan pemeriksaan yang sudah dilakukan.

Pada kondisi sekarang kami belum bisa memberikan resep untuk pengobatan kepada Bapak/Ibu tetapi kami masih bisa memberitahukan kondisi kesehatan & saran saran tentang hal yang harus dilakukan.Jadi bisa menghemat waktu dan biaya yang dikeluarkan oleh Bapak/Ibu sekalian.
Apakah kondisi kesehatan Bapak/Ibu sekalian termasuk kondisi Gawat-Darurat/ Gawat tetapi tidak Darurat/ Tidak Gawat tetapi Darurat atau termasuk penyakit yang tidak Gawat dan tidak Darurat.